Rabu, 07 Januari 2015

 
Oct 15, 2014
     table_add Komen    email_go E-mail ke teman    share Bookmark & Share
RumahCom – Bank merupakan variabel penting dalam proses jual-beli rumah, terutama bagi konsumen yang menggunakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).
Akan tetapi, ada hal-hal yang perlu diperjelas sebelum melakukan akad kredit. Jangan takut, karena pihak bank membuka pintu negosiasi dengan konsumen.
Sebelum bernegosiasi, ada baiknya Anda memerhatikan dua hal ini:
Negosiasi Harga Rumah
Proses kredit, sebagaimana proses jual beli, adalah hal yang penuh subjektivitas. Hal ini bisa berbuntut panjang. Misalnya: harga rumah second Rp300 juta bisa saja dinilai berbeda oleh beberapa bank pengucur kredit.
Angka ini berasal dari rumus di bawah ini:
luas tanah x harga pasaran + luas bangunan x harga pasaran + harga strategis
Jadi, Anda dapat menghitung sendiri nominal kisaran harga rumah Anda. Anda beruntung jika rumah Anda berada di pusat kota atau keramaian, karena bisa dipastikan nilai strategis inilah yang dapat mendongkrak nilai jual rumah dan tanah Anda. Bagi Anda memiliki rumah di lokasi yang tidak begitu padat dan cenderung di area suburban atau luar kota, maka Anda bisa memiliki keunggulan dari nilai luas tanah dan luas bangunan.
Jika perhitungan ini dinilai masih kurang, silakan melakukan perbandingan dengan berbagai bank terdekat untuk mendapatkan nilai yang sepadan. Lakukan bargaining (tawar menawar) dengan secermat dan sebaik mungkin.
Negosiasi Batas Kredit dan Jumlah Cicilan
Limit kredit yang diberikan bank pun dapat dinegosiasikan. Misalnya, gaji si A Rp1 juta per bulan, tapi dalam satu tahun dia bisa mendapat 24 kali gaji. Gaji si B Rp2 juta, tapi overtime-nya bisa sampai Rp3 juta per bulan.
Jika sebuah bank menghitung nilai cicilan dari gaji terendah dalam satu tahun, tidak demikian halnya dengan bank lain yang menghitung dari rata-rata gaji. Kasus seperti ini mungkin dianalisa dengan cara berbeda oleh bank lain.
Anto Erawan
Penulis adalah editor Rumah.com. Untuk berkomunikasi dengan penulis, Anda dapat mengirim email ke:antoerawan@rumah.com atau melalui Twitter: @AntoSeorang
Foto: Anto Erawan
Sumber: Menjadi Kaya melalui Properti
Artikel Terkait:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar